Happy 10th Anniversary: (mencoba) menemukan makna (hidup) diri sendiri

Photo by Alice Castro & Doodle by Risal Magi

Note: Tulisan ini akan sangat-sangat berantakan dan tidak tersusun karena ditulis dengan keadaan nyantui skuy dan sudah lama tidak menulis artikel panjang. So, selamat menikmati haha,

Kayaknya sudah sangat terlambat untuk mengucapkan ini, tapi nggak papa lah, toh blog ini memang hobinya suka update telat setiap waktunya haha. Happy 10th Anniversary my blog! huhu 😭 Jujur saja, aku nggak menyangka bisa melangkah sejauh ini. Sesuatu yang dulunya kayaknya cuma karena celetukan seorang teman dan iseng belaka, lambat laun sekarang menjadi ... yah, nggak jadi apa-apa sih, selain jadi tempatku menulis hal-hal random sesuka hati sembari mencurahkan segenap isi hati dan ginjalku—just kidding.

​Blog yang hobi telat ini bisa dibilang adalah saksi bisu dari perkembangan seorang bocah SMP atau SMA yang suka tantruman, hingga menjadi manusia yang kini harus menentukan arah hidupnya sembari terus mencari makna hidup dan jati diri. Kalau orang-orang sering bilang "nggak berasa", maka di sini izinkan aku untuk bilang kalau sepuluh tahun perjalanan hidup dan blog ini bener-bener berasa! 😭 Walaupun kalau aku mencoba kilas balik perjalanannya hanya terasa seperti sekerjap cahaya, tapi ngejalaninnya susah, Bang (haha).

​Dan kayak yang kubilang tadi, walaupun secara emosi dan mental aku sudah lebih stabil dan menerima diri ini apa adanya—beserta dengan segala kekurangannya—pasti ada saja momen saat pintu otak overthinking tentang kehidupan kembali bergema. Seakan-akan kehidupan isinya cuma cobaan saja wkwk—tetapi nggak salah juga, toh dalam keyakinanku, kita hidup di dunia ini memang tempatnya untuk diuji. Untuk saat ini (di usia yang mendekati seperempat abad ini), aku meyakini bahwa kehidupan tanpa masalah itu adalah kehidupan yang monoton, jika kompas hidup atau moral kamu tidak kuat.

​Kenapa? Nantilah aku jawab di tulisan terpisah hahaha, aku nggak pengen tulisan hari jadi ini jadi tulisan yang terlalu filosofis dan serius 😭. In this economy, otakku terkadang butuh melepaskan tulisan-tulisan kagak jelas dan penuh typo seperti ini untuk mewaraskan diri. Kayaknya bener kata orang-orang: waktu bocah pengen buru-buru dewasa, tapi pas udah dewasa pengen jadi bocah lagi wkwkwk. Sekarang aku juga jadi paham kenapa orang-orang butuh hobi, walaupun hal itu terkadang mengharuskan si pemilik hobi membayar cukup mahal hahaha. Aku berharap hobi ngomis-ku (baca: commission art) ini akan terus jadi penawar stresku (kalaupun ganti juga, plz ganti ke hobi olahraga 😭).

​Oh, ya, kalau kalian penasaran siapa perempuan cantik, manis, dan imut yang ada di keluku (baca: thumbnail) catatan ini, dialah my anak (baca: OC—Original Character), Amelia Atmaraya. Aku yakin, bagi yang pernah tersesat di blog ini pasti kagak asing dengan nama Atmaraya-nya. Gambar di atas merupakan sketsa hasil ngomis dengan salah satu seniman favoritku. Bagi kalian yang butuh atau pengen menjadikan karakter di dalam kepala kalian menjadi kenyataan (secara visual 2D tentunya, kalau jadi manusia mah kagak bisa), bisalah langsung gas pantengin aja tautan di atas. Hmm... kayaknya boleh sih bikin list artist yang sudah pernah menggambar Ame—sekalian jadi catatan buat ane juga sih biar gampang nyarinya, hehe.

Aku rasa cukup sampai di sini dulu tulisan ini. Yah, semoga ke depannya blog ini masih bisa terus lanjut, hidup, dan update sampai ajalku menjemput. Terima kasih sudah membaca tulisan nggak jelas ini sampai akhir. Terima kasih juga sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup ane sejauh ini. Semoga kita bisa bersulang kopi panas di sebuah kafe suatu hari nanti, sembari membicarakan hal-hal random tentang kehidupan dan kematian (atau mungkin tentang gilanya keadaan kita saat ini hahahaha)

Akhirulkata, wassalamu'alaikum minna-san, dan sampai jumpa! 💖

Entah sudah berapa lama ane menggunakan GIF ini sebagai penutup 😂

Comments

Yang Lagi Rame Akhir-Akhir Ini