[Relistening] LADY - Kenshi Yonezu: Berdansalah, Masalah Ini Tak Ada Artinya.
![]() |
"Ah, ini mah paling cuma lagu cinta Kenshi kayak yang sudah-sudah."
Begitulah kesan pertamaku—pada awalnya. Suara khas Kenshi Yonezu yang entah sudah ratusan bahkan (mungkin) ribuan kali kudengar sejak era "eien kleine" hingga karya terbarunya, tak jarang membuatku merasakan listener fatigue. Namun, anehnya, trek yang satu ini rasanya berbeda, entah bagaimana lagu ini langsung nyantol di telinga dan sukses membuatku CLBK lagi dengan lagu Kenshi lainnya.
Ngomong-ngomong, assalamu'alaikum minna-san, konnichiwa~ Blog jarang update ini kembali lagi setelah sekian lama haha. Sekadar info, tulisan ini awalnya ditujukan untuk konten instagram bersama konten kreator J-Pop & Idol Music Culture, Halo Sumugi. Aku sangat merekomendasikannya kepada kalian yang suka dengan bahasan musik-musik jejepangan untuk terus mantengin akun instagram beliau.
Seperti biasa, kalau sudah telanjur "jatuh cinta pada dengar pertama", aku bakal looping lagu itu terus-menerus dan mengkhatamkannya dengan menonton MV-nya. Yap, sesuai dugaanku, I really f*cking love it! Aku makin tergila-gila sampai tanpa sadar aku ikut menari. Dengan lagu se-danceable ini, kurasa sulit untuk menahan keinginan itu, terlebih Kenshi sendiri juga menari dalam video klip tersebut.
![]() |
| Pic by Kenshi Yonezu & Edited by Halo Sumugi |
Sama kayak Kenshi Yonezu yang menganggap lagu ini lahir dari sebuah kebetulan, ketika ia tengah menggandrungi kopi kalengan dan kala itu pas banget dapat tawaran iklan kopi kaleng. Begitu juga denganku yang menemukannya secara kebetulan ketika tengah memilih lagu pengiring hari yang suntuk.
Semakin sering aku mengulang lagu ini, ikatan emosionalnya justru terasa semakin mengakar kuat di hatiku. Adegan demi adegan yang terpampang di MV-nya bahkan sempat membuatku menitikkan air mata karena emosinya—entah bagaimana—bisa begitu terasa bagiku.
Di sini aku memahami bahwa dugaan awalku sedikit keliru. “LADY” nggak sekadar menyajikan lagu cinta yang biasa-biasa saja, tetapi menawarkan perspektif yang jauh lebih matang; sebuah ode untuk hari-hari yang monoton.
Jika cinta pada fase awal sering kali digambarkan layaknya euforia yang membutakan diri, maka lagu ini menawarkan kisah cinta pada fase kedua. Sebuah momen ketika cinta mulai terasa hambar, tidak melulu memercikkan bunga-bunga asmara, tetapi kita tetap menjalaninya dengan tulus, beriringan sembari menjalani rutinitas hidup yang monoton dan terus berulang.
Lagunya yang diaransemen dengan cukup sederhana justru membuatku semakin keranjingan, karena belakangan aku sedikit lelah dengan lagu-lagu Kenshi yang cukup banyak memuat transisi musik yang bertubi-tubi.
Aku yakin kalian pasti pernah merasakan hal yang sama bukan? Merasa ingin mendengarkan lagu yang sederhana, tanpa banyak bumbu-bumbu unik walaupun lagu tersebut sering dicap niche bagi sebagian orang.
Hal ini cukup selaras dengan cerita Kenshi di salah satu wawancaranya, bahwa ia menciptakan lagu ini berdasarkan perasaan malaise atau kejenuhan terhadap rutinitas berulang yang ia alami selama 15 tahun berkarier. Nggak kebayang sih jujur, 15 tahun mengulangi siklus yang sama: berputar dengan kegiatan brainstorming, membuat lagu, melakukan wawancara, mengumpulkan materi untuk album, hingga menggelar konser, You know what? I really respect people who are consistent and dedicated like Mamang Kenshi. Ajaibnya lagi, ia tetap relevan hingga sekarang—sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh segelintir orang.
Karena itu LADY serasa menawarkan pelepasan, pelarian, dan sedikit nostalgia tentang betapa bebasnya kita di masa kecil. Lagu ini berhasil mengingatkanku betapa bahagianya saat kita bisa bermain, menari, dan berekspresi sesuka hati; tentang betapa mudahnya menemukan keajaiban dari hal-hal sederhana.
Suasana ini tergambar sempurna pada MV-nya, menampilkan Kenshi yang berjalan dan melompat meniti garis putih marka jalan. Ringan dan menyenangkan meski agak memalukan jika kita berani melakukannya diusia sekarang.
![]() |
| Pic by Kenshi Yonezu & Edited by Halo Sumugi |
Perasaan bebas ini persis seperti masa-masa awal saat seseorang tengah merajut asmara. Semua terasa indah dan berbunga-bunga, melakukan apa pun terasa membahagiakan asalkan itu bersama orang tercinta. Namun, perlahan perasaan menggebu itu sering kali memudar seiring berjalannya waktu.
Mungkin benar, tuntutan hidup yang kompleks sering kali membuat kita mengabaikan hal-hal sederhana. Tanpa sadar, kita melewatkan keajaiban dan kebahagiaan kecil yang sebenarnya sedang menari-nari tepat di pelupuk mata. So… kuharap kalian jangan selalu memikirkan hal yang terlalu berat. Berhentilah sejenak, tarik napas dalam-dalam, teguk secangkir kopi dan nikmati celah-celah kecil yang kita buat untuk lari dari dunia yang kadang terlalu kejam dan kaku.
Kenshi Yonezu dengan "LADY"-nya bagaikan sebuah manifestasi afeksi yang tak lagi menuntut percikan api cinta saban waktu, melainkan sebuah penerimaan—sebuah keikhlasan untuk tetap berjalan berdampingan bersama rasa jenuh melewati rutinitas dengan akhir yang sudah bisa ditebak (karenanya mungkin ini alasan mengapa hidup itu harus ada masalah, lmao).
Yah... pada akhirnya, lagu ini malah menjadi pengingat untuk diriku, bahwa rasa bosan, jenuh, dan lesu dengan kehidupan adalah hal yang mutlak, tetapi kita selalu memiliki kendali atas bagaimana kita bereaksi dan menghadapi hal tersebut. Lewat denting piano dan ritmenya yang groovy tapi santuy, lagu ini seakan mengelus pelan kepalaku. ia mengajakku untuk tetap berdansa, tertawa, dan berbahagia di tengah dunia dewasa yang lusuh dan konyol sembari mencari celah untuk kembali menemukan gairah "jatuh cinta" dengan sederhana.
![]() |
| gas langsung follow dan eksekusi bang 😎 |
Oh ya, fyi aja, tulisan ini merupakan konten kolaborasi khusus di Instagram bareng kreator J-Pop & Idol Music Culture, Halo Sumugi. Buat kalian yang doyan dengan obrolan seputar idol dan musik jejepangan, aku rekomen banget sih buat langsung gas pantengin akun Instagram beliau, hehe. Akhirul kata aku mengucapkan terima kasih banyak yang sudah membaca tulisan ini sampai akhir, memang agak berbeda dari tulisan yang sudah-sudah (mana salam khasmu itu woi?) tapi aku yakin rasa tulisannya tetap sama, ya kan?
Aku memohon maaf jika tulisan di atas salah kata dan wassalamu'alaikum 😎
![]() |
| see yaa! |

.png)
.png)


Comments
Post a Comment
Komen aja, saya gak gigit kok :3