Ingin Menjadi Penulis. Namun, Enggan Menulis.
![]() |
| Art and Photo by Rune (Batu Bertuah) |
Assalamu'alaikum minna-san, konnichiwa! Sudah lama rasanya nggak main di sini dan nggak kerasa domain-ku udah mau expired--kemarin dapat surel dari penyedia jasa domain-nya--sial! Mana lagi kere gini huhuhu 😠Tapi tak apalah, semoga aja dapat durian runtuh dalam tiga hari yang akan datang.
Ingin Menjadi Penulis. Namun, Enggan Menulis. Yap! Aku yakin kalian nggak asing dengan penamaan yang kayak gini terutama yang sering main Fesnuk (baca: Facebook). Judul tulisan ini terinspirasi dari sebuah grup Fesnuk yang terus memberikanku sebuah ingatan kalau aku adalah seorang penulis yang pemalas. Jadi karenanya aku akan memberikan honorable mention kepada grup tersebut dengan mempromosikannya di sini.
Selain itu, alasan mengapa aku menuliskan plek-ketiplek nama dari grup tersebut menjadi judul tulisan kali ini disebabkan oleh rasa frustasiku belakangan ini karena sulit sekali rasanya merangkai kalimat. Simpelnya, aku sekarang terkena penyakit writer block--hambatan penulis; kebuntuan menulis; sindrom halaman kosong, begitulah yang diberitahukan oleh Gemini mengenai padanan kata writer block--sebenarnya kalau dibilang writer block yah nggak juga, wong aku belakangan ini memiliki begitu banyak ide dan bahan yang bisa aku bahas. Mulai dari pengalamanku menjajal kota Jogjakarta sekitar sebulan lalu hingga obrolan malam para pria yang bahasannya melipir dari bahas gim hingga liang lahat. Namun, rasanya otakku mandek ketika dihadapkan layar kosong berbagai platform menulisku, baik di Blogger, Medium atau Substack, kampret memang!
Segala frustasi ini semakin menumpuk rasanya dengan pemberkasan dokumen untuk wisuda tahun depan yang sedikit sulit karena banyaknya cuti bersama menjelang pergantian tahun. Oh ya plus kebodohan-kebodohan pemerintah yang semakin hari semakin gak masuk di logika. Jujur saja aku yang sekarang bukanlah orang yang mudah melontarkan serpihan-serpihan hujatan ke pemerintah, tetapi belakangan ini mulutku terasa gatal ingin memuntahkan umpatan atas seluruh banyolan dan blunder yang mereka telah perbuat, terlebih dalam tiga bulan terakhir. Aku rasa, aku mulai mempertimbangkan untuk pindah negara saja hahahaha (percayalah, aku sangat mencintai negara ini, tapi kalau begini terus kayaknya capek juga karena keseringan makan hati wkwk).
HAAAAAAAAAAAH! Ah, aku kelupaan untuk meminta maaf kepada kalian karena setelah kurang lebih dua bulan lamanya menghilang aku malah menyuguhkan tulisan rant gak jelas kayak gini 😠Tetapi beginilah kenyataannya, setiap dari kita punya hak untuk mengeluh dan melepaskan rasa frustasinya kan? Kuharap kalian bisa memaklumi kenapa tulisan ini bisa lahir, karena salah satu cara terbaik untuk melepaskan sejenak beban pikiran di kepala yaitu dengan menulis.
Sebenarnya aku juga pengen ngebahas beberapa pencapaian yang kucapai bersama blog dan platform lainnya dalam hal menulis, walau mungkin di mata para penulis sepuh mungkin terlihat biasa saja. Mulai dari akhirnya ini blog mulai mendapatkan cuan dari sponsored post setelah kujajakan di situs Seedbacklink dan yang menjadi istimewanya ada satu-dua brand yang besar mensponsori blog kecil ini, rasanya ini cukup membahagiakan untuk diriku yang hampir tidak pernah merasakan dapat duit dari menulis sejak blog ini dibuat (sembilan setengah tahun lalu). Karena hal ini aku merasa lebih sedikit bersemangat untuk menulis lebih giat lagi hahaha.
Kemudian platform menulisku di Medium dan Substack yang perlahan tapi pasti mulai bertumbuh, serta komunitas Discord-ku, Hujan Kata perlahan mulai bangkit lagi setelah mati suri di paruh akhir 2024 lalu. oh iya plus akhirnya aku bisa menyelesaikan studi kuliahku wahahahahaha, memang agak telat tapi tidak apalah, setidaknya aku mencapai garis finish-nya. Memang tahun ini bukanlah tahun yang sempurna, banyak kesulitan dan kesedihan berlalu, mulai dari diri sendiri, pertemanan, komunitas dan negara, tetapi alhamdulillah-nya, Tuhan memberikan kebahagiaan-kebahagiaannya kepada diriku, walaupun mungkin terkadang hanya kebahagiaan-kebahagiaan kecil. Tentu kebahagiaan kecil itu patut untuk disyukuri, dan aku harap kita semua bisa menemukan kebahagiaan-kebahagian itu lagi di tahun yang akan datang, aamiin.
Dahulu aku ingat pernah berkata kalau hidup itu nggak ada plot armor, dan sekarang aku merasa itu mungkin benar dan mungkin juga tidak. Aku merasa kalau keberadaan Tuhan itu saja sudah menjadi plot armor bagi orang-orang yang mau bersyukur atas hal-hal yang terjadi di hidup kita, walaupun terkadang rasanya absurd dan random. Terlepas nyaman dan tidaknya, yah seperti yang kututurkan di tulisan Medium beberapa waktu lalu, yang terbaik bukan berarti harus yang termanis atau nyaman untuk diri kita. Selayaknya obat pahit yang menyembuhkan, kita tidak pernah tahu hal perih dan pahit yang menerpa kita justru adalah obat dan penguat kita di masa yang akan datang--masa yang masih di luar jangkauan pengetahuan kita. Aku bukanlah orang yang religius banget, tetapi dengan keyakinan inilah aku bisa tetap waras dengan berbagai hal kampret yang menerpa tubuh yang ringkih ini hahaha.
Sudahlah, kurasa cukup sampai di sini, terima kasih banyak atas tahun ini dan terima kasih banyak sudah membaca tulisan ini sampai akhir, maafkan kalau tulisan ini nggak ada isinya sama sekali wahahaha karena aku cuman pengen melampiaskan stresku saja--serta memancing jiwa menulisku yang telah lama hilang diterkam malas. Akhirul kata, wassalamu'alaikum dan sampai jumpa di tahun 2026 💖
![]() |














Comments
Post a Comment
Komen aja, saya gak gigit kok :3