[Busaku] Dalam Sajak : Gak Nyangka

Judul: Dalam Sajak
Penulis: Sitor Situmorang
Penerjemah: -
Penerbit: Pustaka Jaya
Tebal: 72 Halaman
Tahun Terbit: 2016 (Pertama Terbit 1982)
ISBN : 9789794194430

Assalamu’alaikum minna-san, konnichiwa. Akhirnya bisa update lagi ini blog setelah sekian lama haha. Kali ini aku bakal sharing-sharing pengalaman membaca buku karya salah satu sastrawan kawakan Indonesia, yaitu Sitor Situmorang. Bagi yang belum mengenal beliau kalian bisa membaca biodata dan sepak terjang beliau yang luar biasa. 

Keyakinan Yang Sia-sia 
Berkata Dengan Bunga

Buku ini terbagi menjadi empat bab utama yang masing-masing aku rasa membawakan tema yang berbeda-beda. Karena saat aku pertama membaca buku ini, langsung disuguhkan dengan puisi-puisi panjang yang kupukir memuat kritik-kritik sosial. Salah satu puisi pembuka yang kusuka di bab pertama (pembuka) adalah puisi berjudul “Matinya Sang Juara Tinju”. Saat membacanya aku malah merasa seperti membaca cerita pendek daripada sebuah puisi. Hal ini juga yang sempat mengejutkanku, karena aku sempat berpikir kalau buku ini bakal dipenuhi puisi-puisi dengan gaya kepenulisan puisi tradisional, ternyata malah campur-aduk, dan aku suka karena jadi terlihat sangat beragam. Genrenya pun seperti yang kusinggung tadi, di awal bernuansa kritik sosial lalu dipertengahan bernuansa romansa, kemudian religius berubah-ubah terus hingga puisi terakhir (penutup). 

Foto waktu Study Tour

Di bawah kemeja warna-warni 
Sudah lama tak ada hatiku lagi
Di bawah mata warna-warni 
Sudah lama tak ada kemejaku lagi


Aku merekomendasikan buku ini buat kalian yang lagi nyantai dan pengen bacaan yang santai pula. Kalem, puisi itu layaknya matematika, nggak semuanya harus dipahami dan dimaknai. Kadang ketidaktahuan dan ketidakpahaman adalah anugrah yang diberikan Tuhan kepada kita haha. Beberapa puisi favoritku di buku ini antara lain adalah “Matinya Sang Juara Tinju” , “Pulau” ,“ St Germain Des-Pres” , “Kawan” , “Anak” , “Hujan” , “Kemeja” , “Kamar” , “Angin Rendah” dan “Malam Sutra”.

Mohon maaf jika tulisan ini masih banyak kurangnya, karena udah lama banget aku gak nulis di blog (baru dua bulan juga wkwk). Insyaallah ke depannya bakal lebih jarang rajin lagi wkwkwk. Akhirul kata wassalamu'alaikum dan salam literasi. 

Bye bye hehehe


Comments

  1. Oh..jadi ini buku puisi yg unik yaa? Jadi penasaran mau baca juga euy.. Trmksh sharing infonya..

    ReplyDelete
  2. Kayanya buku ini cocok banget dibaca setelah melalui penatnya bekerja. Thanks banget rekomendasinya ^^

    ReplyDelete
  3. Buku puisi termasuk jaraaang banget aku baca.. Mungkin krn aku sendiri bukan org yg puitis dan kurang memahami makna puisi dg baik. Tapi memang kalau ngerti maksudnya, puisi itu bisa jadi indah banget ya.

    ReplyDelete
  4. Buku yang cocok dibaca ini semoga mendapat pencerahan baru ya

    ReplyDelete
  5. jenius sih yang bisa bikin sajak karena harus cerdas kata-katanya dan ada iramanya juga.

    ReplyDelete
  6. kalau saya baca sajak nya malah ga bisa sante kayaknya hehe karena mikir keras maknanya apa, macam main teka teki. Tapi mungkin beda kalo jiwa pujangga, deretan kata selalu nikmat dibaca

    ReplyDelete
  7. Jujur sih saya gak bisa "membaca" sajak yang kadang kalimat nya itu memiliki arti atau maksud lain, ya kan?
    Tapi bukan berarti anti ya
    Kalau saat ada tugas bikin sajak atau puisi gitu, saya termasuk yang memiliki nilai tinggi hehehe

    ReplyDelete
  8. Sebenarnya aku kalau bahasa puisi atau sajak gitu emang ngantukan karena kan bahasanya dan tuturnya tuh puitis banget gitu tapi di sisi lain aku suka banget sih melihat sajak atau bikin cerpen dengan gaya bahasa yang puitis kayaknya buku ini cocok sih buat referensi menambah diksi

    ReplyDelete
  9. Kalo pas baca sajak kadang malah mikir keras, artinya apa gtu setiap kalimat-nya.

    ReplyDelete
  10. Setuju Kak. Kadang jika ketemu puisi yang njelimet bahasanya, saya pun jadi harus berpikir berkali-kali untuk tahu artinya. Bahkan kadang jadi kepikiran sendiri memecahkan artinya. Sampai akhirnya memilih untuk dilupakan saja hehehe. Memang bahasa puisi atau sajak itu menarik untuk dipahami.

    ReplyDelete
  11. Bener banget nih sajak itu seperti matematika yang sulit dipahami, tetapi hasil dari matematika itu jelas tetapi sajak pemahamannya tentu berbeda pada masing-masing orang yang membacanya. Nice artikel kak, jadi penasaran sama bukunya xixi

    ReplyDelete
  12. Dalam Sajak ini kumpulan puisi yang menarik. Buku pertama yang saya punya dulu itu kumpulan puisi. Udah lama juga nih nggak nulis puisi, sekarang ini fokusnya ke blog soalnya.

    ReplyDelete
  13. waah ternyata ini buku buku kumpulan sajak yaa? Thanks ka sudah sharing

    ReplyDelete
  14. semangat terus ngeblognya ya kak :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Komen aja, saya gak gigit kok :3

Yang Lagi Rame